Luar biasa, Mahasiswa di Jepara Membuat Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah

Mahasiswa di Jepara Membuat Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah
Mahasiswa Unisnu Jepara

Jepara – Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah merubah tanaman ciplukan jadi obat diabetes. Karya ilmiah mereka juga raih juara emas di ajang internasional World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2021 di Malaysia.

Mereka ialah Umi Latifah, Diah Ismi Chofifah, dan M. Khusni rohim. Mereka sebagai mahasiswa semester 3 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unisnu Jepara.

Khusni menjelaskan jika dalam ajang internasional itu teamnya menyarankan karya ilmiah dengan judul “SULTAN-R” atau Rambusa New Innovation Blood Sugar Neutralizing Herbal Powder. Menurut dia produk itu dapat mengobati penyakit diabetes.

“Ini bisa tingkatkan obat besi selanjutnya memudahkan gula darah dan menyembuhkan diabetes, dan dapat kandungan ada zat flavonoid yang dapat mengatasi bakteri pada tubuh. Seperti zat yang berbahaya. Ini dapat menambah kekebalan tubuh saat pandemi ini,” terang Khusni ke reporter dijumpai di lokasi, Senin (1/11/2021).

Mahasiswa UNISNU Jepara Membuat Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah

Mahasiswa di Jepara Membuat Obat Diabetes dari Tanaman Ciplukan Sawah
Mahasiswa Unisnu Jepara

Khusni menerangkan awalnya membuat riset itu karena menyaksikan jumlahnya tanaman liar jenis Rombusa atau dikenal dengan ciplukan sawah. Selanjutnya teamnya juga membuat pengkajian mengenai kandungan tanaman itu.

“Awalannya tidak menyengaja tanaman liar jenis Rombusa atau tanaman alas (hutan). Tanaman ini belantara di kebun-kebun. Terus kami bereksperimen buat apa tanaman, bermanfaat tidak untuk warga,” jelas ia.

“Kami sebagai siswa selanjutnya menggali riset itu dari orang desa. Tanaman ini dipercayai sebagai obat diabetes atau dapat turunkan gula darah,” sambung Khusni.

Tidak itu saja, katanya hasil riset itu telah dianalisa laboratorium di Unnes Semarang. Hasilnya juga dipastikan mempunyai kandungan manfaat untuk kesehatan, khususnya untuk turunkan gula darah.

“Untuk proses kami telah lakukan ujian, tes lab sepanjang 1bulan,” terang ia.

Khusni menjelaskan jika untuk menyeduh diperlukan bubuk herbal tanaman Rombusa yang telah ditumbuk lembut. Lantas digabung dengan gula dan air panas seperlunya.

“Penyuguhan kita mengambil satu sendok bubuk (tanaman Rombusa atau ciplukan yang telah dikeringkan dan ditumbuh halus), selanjutnya kita tambah gula batu sesuai dengan selera. Untuk ukuran air 200 sampai 250 mili liter,” ungkapkan ia.

Kreasi ilmiah mereka juga memperoleh juara medali emas di gelaran WICE 2021 di Malaysia. Perlombaan diadakan lewat virtual karena keadaan tengah wabah virus Corona atau COVID-19.

“Untuk memperoleh medali di ajang, dilaksanakan di Malaysia untuk peserta kami berkompetisi bersama 30 negara sama 300 team,” jelasnya.

Baca Juga : Pekerjaan untuk Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran

Peluang yang serupa Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Nur Arifin akui akan mempatenkan produk karya ilmiah mahasiswa itu. Menurut dia penemuan itu sebagai hal baru dan mempunyai potensi untuk dipasarkan secara luas.

“Itukan ada manfaat dapat menolong membenahi saluran darah dapat kurangi kandungan gula pada darah. Alhamdulillah anak-anak bisa mendapati yang itu berguna untuk kesehatan. Walau dari fakultas ekonomi tetapi ada kapabilitas di bagian kesehatan. Ini prestasi yang penting kita dukungan,” kata Bijakin ke reporter.

“Alhamdulillah ini kreasi anak-anak yang membesarkan hati untuk kita. Ide ini penemuan ada unsur kebaruan dan belum sempat ada kelak rencana kita patenkan. Mudah-mudahan ini jadi penemuan yang dapat diperkembangkan dan tidak dianggap oleh pihak lain. Karena itu dipatenkan,” ujarnya.

Source : Detik Edu

%d blogger menyukai ini: