Beranda Pendidikan 3 Pengertian Aurat dan Jilbab berdasarkan Istilah dan Bahasa dan Dalil

3 Pengertian Aurat dan Jilbab berdasarkan Istilah dan Bahasa dan Dalil

75
0

Pengertian aurat dan jilbab menurut istilah beserta bahasa dan dalil alqurannya. Pada saat ini, kami akan memberikan informasi yang salah satu materi agama islam, yaitu tentang pengertian aurat dan jilbab. Aurat dan jilbab punya hubungan yang sangat erat dan sangatlah dekat sekali, khususnya bagi kalangan perempuan. Agama islam punya aturan yang ketat terkait bagaimana para muslimah menjaga aurat dengan berpakaian sesuai dengan syariat islam, salah satunya yaitu jilbab.

Terkait aturan yang telah di tetapkan untuk tetap menjaga aurat dan jilbab, ada banyak sekali dalil yang telah banyak sekali di jelaskan baik itu alquran dan hadits tentang pentingnya para perempuan menjaga auratnya dengan berjilbab. bagaimana, apa anda sudah memahami tentang pengertian aurat dan jilbab menurut istilah dan bahasa? bila anda belum tahu dan ingin mengerti tentang pengertian aurat dan jilbab, berikut ini akan saya bahasa dalam artikel ini.

Pengertian Aurat dan Jilbab berdasarkan Istilah dan Bahasa dan Dalil
pengertian aurat dan hijab

Pengertian Aurat dan Jilbab berdasarkan Istilah dan Bahasa dan Dalil di jelaskan

1. Pengertian Aurat Menurut Istilah dan Bahasa

Kali ini pertama tama yang akan di bahas adalah pengertian aurat menurut bahasa dan istilah. Menurut bahasa, pengertian aurat ialah aib, malu, dan buruk. Kata “aurat” ternyata berasal dari kata awira yang dapat di artikannya  sebagai hilang perasaan. Apabila kata itu digunakan untuk mata, maka berarti cahayanya hilang dan  lenyap dalam pandangnya. Umumnya di ketahui, kata  “aurat”  memberikan  arti  yang  tidak  baik  bila untuk dipandang,  mengecewakan,  dan memalukan.

Sedangkan pengertian aurat menurut istilah dalam hukum Islam adalah batas minimal dari bagian tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt. Yang di perintahkan menutup aurat ialah perintah dari Allah Swt. yang caranya dilakukan bertahap. Maksud bertahap apa?

Nah … begini, yang diperintahkan menutup bagian aurat bagi kaum wanita (hawa) pertama kali yang diperintahkan kepada istri – istri Nabi Muhammad saw. Agar tidaklah berbuat  seperti  Banyaknya kaum hawa  pada  waktu  itu. (Q.S. alAhzab/33: 32-33). Setelahnya, Allah Swt. Memberi perintah kepada istri-istri Nabi  saw.  Supaya  tidak  berhadapan  langsung  dengan  kaum adam (laki-laki)  yang  bukan mahramnya (Q.S. al Ahzab/33:53).

Setelah itu, di karenakan para istri Nabi Muhammad saw. Memerlukan untuk keluar rumah demi mencari kebutuhan rumah tangganya, maka Allah Swt. Memberi perintah mereka untuk menutupi aurat bila mau keluar rumah  (Q.S. al-Ahzab/33:59).  Dalam  ayat  ini,  Allah  Swt.  memerintahkan memakai jilbab, bukanlah hanya kepada istri-istri Nabi Muhammad saw. dan anak – anak perempuannya, tapi juga kepada istri-istri oran-orang yang beriman. Demikian, menutupi aurat atau berbusana muslimah bagi perempuan adalah hukumnya wajib bagi seluruh wanita yang beriman.

2. Pengertiannya Jilbab Menurut Bahasa dan Istilah

Setelah kita mengetahui tentang pengertian aurat menurut bahasa dan istilah, setelah itu kita dapat mempelajari tentang pengertian jilbab menurut bahasa dan istilah. Pengertiannya jilbab menurut bahasa (etimologi) yaitu sebuah pakaian longgar untuk menutupi seluruh bagian tubuh wanita kecuali bagian muka dan dua telapak tangan.

Sedangkan kata jilbab pada bahasa  Arab,  dikenalnya  dengan Bahasa istilah khimar, dan dalam bahasa Inggris jilbab adalah istilah veil. Selain itu kata jilbab untuk menutupi pada bagian dada sampai kepala wanita untuk menutup aurat, dikenal juga dengan istilah kudung, kerudung, hijab, dan lain sebagainya.

Pakaian merupakan barang  yang  dipakai pada umumnya yang dikenal adalah (celana, baju,  dan lainnya). Dalam bahasa Indonesia, pakaian bisa disebut juga sebagai busana. Jadi,,, busana muslimah diartikan sebagai  pakaian  yang  dipakai  oleh  wanita.  Pakaian wanita yang beragama Islam diartikan sebagai busana muslimah. Sebagaimana makna  tersebut,  busana   muslimah  dapatlah  diartikan  sebagai  pakaian perempuan Islam yang dapat menutupi pada bagian aurat yang telah diwajibkan agama untuk menutupinya, karena untuk kemaslahatan dan kebaikan bagi wanita itu sendiri serta masyarakat di mana ia telah berada.

Pengertian Aurat dan Jilbab Menurut Istilah dan Bahasa dan Dalil

Pada Dalil Alquran telah di jelaskannya tentang Pengertian Aurat dan Jilbab

Ada beberapa yang di jelaskan berdasarkan dalil alquran yang telah membahas tentang aurat dan jilbab,  diantaranya adalah:

  1. Di jelaskannya pada Surat Al-Ahzab pada Ayat 31

۞ وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا

Yang telah di artikan :

Dan barang siapa diantara kamu sekalian (istri-istri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.

  1. Di jelaskannya pada Surat Al-Ahzab pada 32

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Yang telah di artikan :

Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk untuk berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,

  1. Di jelaskannya pada Surat Al-Ahzab pada Ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Yang telah di artikan :

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu. Anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka dengan tertutup”. Yang dengan demikian  biarlah mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.